})(window,document,'script','https://www.google-analytics.com/analytics.js','ga'); ga('create', 'UA-85541756-1', 'auto'); ga('send', 'pageview');

Menjadi Wanita Tangguh

0 Comment

Ketika ditanya pengertian Tangguh dalam Bahasa Indonesia secara umum, Tangguh berarti kuat, andal, dan sukar dikalahkan. Tangguh dalam artianku juga berarti menjadi bagian dari Team Proyek Tangguh di LNG Site Papua. Yup.. I’m officially be part of the team few months ago. Perjalananku yang suka banget gonta ganti profesi akhirnya bertemu dengan salah satu pekerjaan yang paling nggak diminati oleh banyak wanita. Kerja di Proyek. Sebenarnya dengan menjadi blogger, I’m pretty committed to be a full time blogger and make real cash on it. Akan tetapi, tantangan-tantangan dengan job yang lain juga terdengar manis di telingaku. Well actually the fine yang terdengar manis. Lumayan lah buat nabung di hari tua dan investasi beli perlengkapan ngeblog.

Kamu ngapain disana?

Begini ceritanya. Aku keterima kerja di Proyek. So the project that I’m in ini adalah salah satu lanjutan dari proyek migas punya SKK Migas. Mereka sedang mengembangkan sayap dengan membangun lebih banyak Train untuk memproduksi Migas untuk negara. Train 1 & 2 sudah selesai, dan aku adalah karyawan dari kontraktor utama Early Work Pembangunan Train 3. Lokasinya itu di Papua. Jangan tanya kota apa karena ini bukan kota. Tapi site ini berlokasi di Kabupaten Teluk Bintuni. Ini tuh beda sama Freeport yang berlokasi dekat kota ya. Site ini terletak 2.5 jam dari kota Bintuni sendiri. Meaning, bener-bener di tengah hutan belantara girls.

Saat pertama kali mobilisasi (istilah saat pertama kali masuk ke Site) dari Jakarta, rasanya perjalanan panjaaaannnngggg banget. Ya karena faktor banyak transit dan perbedaan 2 jam antara Jakarta dan Bintuni. Dan karena kita berangkat malam dari Jakarta, dimana tidur sehari terganggu banget karena harus transit dan di pesawat pasti digangguin buat makan sama pramugari. Aku berangkat jam 9 malam WIB dan nyampe jam 1 siang WIT. Itu termasuk transit pesawat 2 kali (Makasar – Sorong – Babo) dan dilanjutkan dengan perjalanan dengan Boat selama sejam dari Babo ke LNG Site sendiri. Lumayan bikin kantong mata gede ya. 🙂

Sebenernya ada penerbangan langsung dari Jakarta ke Sorong yang menghemat waktu banget, cuma karena perusahaan menilai Garuda Indonesia adalah satu-satunya penerbangan yang “save” dan provider penerbangan langsung tersebut bukan Garuda, makanya nggak boleh. Padahal sih oke-oke aja sih menurutku. Lagian penerbangan dari Sorong ke Babo hanya bisa pake Wings Air. Jadi should be no problem sih.

Saat pertama kali mendarat di Bandara Babo

Bandara Babo

Menunggu Boat ke LNG Site

Setelah nyampe pun masih harus check in security dan camp (penginapan). Untuk masuk site penjagaannya ketat banget. Nggak sembarangan orang boleh masuk. Karena jalur masuknya cuma satu yaitu jalur laut, penjagaannya jadi terkontrol banget. Dan banyak barang-barang yang nggak boleh dibawa karena alasan safety. Kayak korek api, benda tajam, setrika, hair dryer dan catok pun ga boleh. Untuk bisa bawa barang yang ada di list terlarang, harus ada tagging dari Safety Team dulu sebelum boleh di bawa masuk dan digunakan di site.

Gimana kehidupan disana?

Disini fasilitas sudah lumayan banget sih dibandingkan saat pembangunan Train 1 & 2. Sudah ada fasilitas kamar tidur yang memadai. Meskipun masih berbentuk container, tapi decent lah. Kasur spring bed, ada AC, kamar mandi modern dan tersedia air panas. Besar ruangan cukup lah ya. Bayangin aja container 40ft dibagi 10-12 kamar. Sekamar aku berdua. Tapi untuk yang level bos, ada yang kamarnya sendiri dengan kamar mandi dalam.

Yang aku suka banget adalah kita menyatu banget dengan alam. Kawasan ini terpencil banget dan masih asli lah ya. Banyak habitat flora dan fauna asli disini dan mereka dilindungi disini. Aku ketemu banyak rusa, burung-burung (kakak tua raja), dan masih banyak lagi. Aku kadang ketemu hewan yang nggak tau lagi lah namanya apa dan baru pertama kali banget aku liat. So cool to me. If you like nature you’ll love it here.

Halte Bus Steenkool

On the way to the office in the morning

Plant (Train 1 & 2)

Untuk makanan, kita disediakan makanan 3x sehari. Meskipun makanannya nggak wow banget, at least aku nggak kelaparan lah. Tapi kalo lagi pengen makan yang enak banget kayak di hotel juga bisa. Jadi tempat makannya ada beberapa. Maklum kan lokasinya lumayan luas dan banyak pekerja disini. Jadi tempat makan nggak bisa disentralisasi. Yang wow ini terletak di bangunan milik BP dan untuk menuju kesana harus menggunakan mobil. Bedanya beda banget, bagaikan kita makan di rooftop dan makan di warteg. Di rooftop makanannya macam-macam mulai dari Indonesian sampe Western. Ada live musicnya juga dong. Amazing nggak?

Ada juga fasilitas Fitness, Karaoke, dan lapangan-lapangan olahraga. Buka 24h. Laundry disedikan. Sehari jadi. Cuma bukan laundry super ya. Jadi kadang pakaian masih kusut dan lain lain. Mesjid, mushola dan Gereja ada disetiap quarter. Kalo pengen potong rambut ada barber. Kios ada. Kurang fasilitas pijet aja kali ya. 🙂

Suasana kantor

Internet ada. Karena kepentingan kerja. Cuma masih lemot banget karena kita pake pemancar internet sendiri yang sinyalnya nggak bisa jauh-jauh dari pemancar, makanya kalo mau ngenet ya harus deket kantor. Dan belum ada sinyal 2G,3G, apalagi 4G kayak di kota. Jadi aku buka IG aja udah kayak mau download berapa GB gitu. Jangan heran ya kalo aku lagi absen dari radar kalian. Maafken. Anyway, masih bisa lah buat ngeblog sekali dua kali seminggu. Pas aku bisa nyambi pasti aku nulis sesuatu. Masalah koneksi ini jelas ini menjadi concern banyak orang disini, karena pengen selalu menjaga komunikasi dengan keluarga. Kedepannya bakal banyak pembangunan dan kita berharap aja progresnya lancar biar aku juga bisa buka IG. 🙂

Camp Steenkool (punya contractor)

Main building. Punya client aka bos besar.

Kerjanya ngapain aja?

Kebetulan aku kerja sebagai HR khusus untuk masyarakat asli sini. Aku juga harus memastikan kesejahteraan dan kenyamanan para karyawan disini. Jam kerja dari jam 7 pagi sampai jam 6 malam dengan istirahat 2 jam. Panjang banget? Ya emang proyek ya mau gimana lagi. Pada saat istirahat semuanya disarankan untuk tidur siang setelah makan siang untuk merefresh body kita. Kadang aku harus ke kampung-kampung sekitar juga untuk perekrutan. Tapi so far sih ada seniorku yang emang khusus ke kampung-kampung. Aku masih dalam tahap belajar, jadi masih ngurus paper work di Site dulu. Hari minggu adalah hari libur karena rotasi kerja kita panjang banget. Jadi kita kerja 12 minggu di Site dan 2 minggu cuti balik ke rumah. Ini nih yang bikin lumayan pada nggak nyaman. Soalnya kalo disini udah suntuk banget, nggak bisa kemana-mana dan dengan rotasi kerja yang panjang kita dihadapin dengan yang namanya fatigue akibat rutinitas.

Messhall. Tempat makan.

Nah ini yang bikin kerjaan jadi susah karena kalo pada nggak nyaman, bosen, suntuk, bapak-bapak ini suka emosian karena nggak ada pelampiasan dan suasana jadi agak panas. Tapi so far sih nggak ada masalah besar. Disini nggak ada yang namanya tentara ya. Adanya security yang diambil dari masyarakat sekitar dimana mereka adalah penjaga keamanan berbasis sosial. Jadi nggak bakal ada yang namanya kekerasan seperti yang diberitakan di TV.

Ada ceweknya nggak sih?

Namanya juga proyek ya pasti lebih banyak cowoknya. Kalo untuk proyek kita sendiri ada sekitar 700 karyawan dengan jumlah cewek 20 orang. Kalo untuk keseluruhan angka pastinya aku nggak tau ya. Cuma ada di kisaran 1500-2000an. Ceweknya banyak kalo keseluruhan. Ada kali 100. Ya masih cukup kecil lah dibandingkan angka total. Cuma ya masih lumayan daripada hitungan jari doang. PS: Kita bikin kayak perkumpulan cewek-cewek gitu lo. Jadi kalo libur biasanya rencanain mau kemana atau ngapain bareng. Ya girl thing lah.

Wanita Tangguh in Coverall

Kamu dandan nggak disana?

Aku dandan seperlunya lah. Pastinya nggak menor-menor banget soalnya pasti jadi sorotan banget. Skincare pastinya. Aku masih sempet maskeran, exfoliate, I mean masih kerawat lah. Cuma satu doang sih concernku. Disini matahari menyengat banget. Temenku sampe pake sunblock spf 110 punyanya Banana Boat. Aku pake SPF 50 nggak mempan dong. Gosong-gosong aja.

Aku bawa sih banyak peralatan makeup dan skincare. Ntar pas aku lagi pengen bikin look, aku bikin aja pas hari libur. Trus foto di kamar. 🙂 Pernah beberapa kali aku dandan full sampe pake eyelashes. Habis itu capek. Ya tau kan cewek kalo dandannya niat bisa lama. Lagian karena disini cuma boleh pake Coverall (pakaian yang seperti di foto atas), nggak guna juga aku dandan cantik-cantik.

Oh iya, aku merasa disini penting banget untuk olahraga sebagai pelampiasan capek. Daripada di kamar mulu kan ya. Dan karena pake coverall mulu, kadang nggak sadar kalo misalkan berat badan tiba-tiba udah naik 5kg (curhat). Makanya olahraga penting banget lah buat aku sekarang.

Site from the air

Sejenak aku mikir ngapain ya aku nulis post ini. Mungkin aku cuma pengen bilang I’m fine world. Mungkin ada juga yang pengen tau gimana kehidupan proyek. Mungkin ada yang pengen kerja disini. 🙂 Anyway this is my life now and I share it for everyone who might wanna know. Pastinya aku kangen banget dengan keadaan di luar site. Ya sabar aja pasti ada saatnya balik. Aku banyak belajar dari pekerjaan disini dan beyukur banget bisa punya pengalaman seperti ini. Btw lagi, banyak banget foto yang pengen aku taruh. Cuma karena ada beberapa restriction dan udah banyak juga foto, makanya segini aja ya. Thank you all for stay tune. I love you all. xoxo.

0 Comments

Leave a Reply