})(window,document,'script','https://www.google-analytics.com/analytics.js','ga'); ga('create', 'UA-85541756-1', 'auto'); ga('send', 'pageview');

Kenapa Kita Perlu Merubah Preferensi Kita Kepada Merek Lokal Indonesia

11 Comments

Made in Indonesia?

Males ah. Kurang bergengsi. Bagus nggak sih? Bagus sih. Tapi..

Banyak banget alasan kita nggak memilih merek lokal kita. Kenapa?

Sebagai orang Indonesia, ada lah saat dimana kita males banget nyobain merek lokal. Mau itu Makanan (Restaurant), Baju, Makeup. Bahkan kadang bahan makanan pun kita lebih lebih memilih yang di impor dari luar negeri. Yaelah, mau beli cabe bikin sambel aja belinya impor. Alasannya biasa tentang kualitas dan gengsi.

Pertama kualitas. Banyak yang berpendapat kalo barang dari luar negeri itu lebih bagus. Misal bahan baju merek A nya lebih halus, nggak bikin panas, jatuhnya bagus di badan, lebih tebal dibandingkan baju merek lokal. Atau bedak merek lokal tuh nggak nempel dan nggak nyatu warnanya di kulit. Lipstik merek lokal nggak begitu bagus warnanya, suka bleber kemana-mana, dll. Itu masalah kualitas.

Kalo aku pribadi, merek lokal nggak menciptakan produk untuk warna kulit aku yang lebih gelap. Warnanya kalo nggak putih ya kuning langsat. Begini lho merek lokalku sayang, Indonesia ini luas banget dan nggak cuma yang di pusat doang. Kita-kita yang dari daerah timur kok ya nggak diperhatiin ya. Ya iyalah kita jadi lebih milih merek luar yang notabene punya produk untuk warna kulit kita. Selain itu, kalo misalkan orang di pusat gengsi pake produk lokal, kita biasa aja. Kita suka-suka aja, soalnya produk luar negeri pasarnya nggak begitu besar di daerah timur.

Masalah ini solusinya sebenernya gampang, tinggal meningkatkan kualitas produk dan memperluas varian produk. Selesai! Apakah kita bakal mau membayar lebih mahal untuk kualitas? Yup! Aku yakin banyak banget yang setuju sama aku.

Kedua gengsi. “Aku nggak mau makan disitu ah, nggak kece, nggak gaul. Tempatnya nggak enak buat nongkrong dan nggak bagus buat foto-foto.” Padahal isinya cuma ayam sama nasi yang di warteg berapa sih harganya. Contoh ya. 🙂 Yang di jual di pinggiran jalan juga enak. “Tapi kan yang dipinggiran jalan nggak bersih.” Emang kita yakin kalo mereka lebih bersih? Udah pernah liat dapurnya? Cara buang sampahnya? Cara mengolah bahan makanannya, dll dll.

“Aku nggak mau pake makeup Indonesia. Bukan karena kualitas, ada yang bagus sih, cuma nggak keren aja kalo ditanya aku jawab pake merek lokal.” Hmm..

Aku juga nggak tau mulai kapan aku mulai lebih “sadar” kepada merek lokal. Dulu saat awal-awal aku tinggal di luar, aku anti banget sama yang namanya produk Indonesia. Apalagi Makeup. Menurutku produk luar itu lebih bagus, murah, dan produknya cocok untuk kulit aku.

Tapi ada satu hal yang aku sadari saat tinggal di luar. Aku tidak bangga menjadi orang Indonesia. Aku nggak bangga sama sekali dengan kebudayaan atau sebenernya lebih tepatnya ke kebiasaan dan persepsi orang Indonesia. Aku nggak pernah merasa cantik sama sekali, dulu saat berada di kalangan orang Indonesia. Karena aku berkulit gelap? Mungkin. Aku merasa berbeda sebagai orang Indonesia dan berbeda dalam posisiku itu bukanlah hal baik.

Lalu disatu saat aku mulai menyadari kalau berbeda itu bukan hal buruk. Indonesia ini negara yang besar banget, justru sebenernya berbeda adalah hal yang baik dan unik dimana aku perlu punya kebanggan tersendiri karena aku berbeda. Dengan kebanggaan itu aku balik ke Indonesia dan aku pengen semua orang yang merasa berbeda nggak merasa minder dengan keunikan mereka.

Apa hubungannya dengan produk lokal? Aku rasa ada kaitannya kecintaan kita terhadap negeri sendiri dan penggunaan produk lokal. Kita kurang merasa memiliki dan kita tidak punya tujuan untuk membuat dunia lebih sadar dengan produk kita sendiri. Gimana mau berkembang kalo masyarakatnya sendiri aja nggak peduli.

Dari dulu emang kita lebih banyak berkiblat kepada trend dari luar negeri. Apalagi dengan kemajuan teknologi sekarang ini dimana kita bisa mengakses semua informasi dengan cepat. Di Hollywood trendnya apa, kita ngikut. Di Asia lagi trendnya apa, kita ngikut. Kita belum pernah membuat suatu inovasi sendiri yang membuat dunia berkiblat kepada bangsa kita dan kita tidak sedang bergerak kesana. Kita tidak akan sampai ke tahapan itu jika tidak memulai dari sekarang.

Kita bisa lihat sekarang bangsa Korea atau China misalkan, mereka bangga sekali dengan negara mereka dan mereka membuat dunia tau kalo mereka bukan bangsa biasa. Bukan hal yang mudah memang, mereka punya sistem untuk itu. Sama seperti Jerman dan Prancis yang membuat sistem agar masyarakat mereka tidak terbawa arus globalisasi dengan mudah.

Apakah sistem itu berlangsung begitu saja? Tentunya semua itu diawali dengan rasa kepedulian terhadap negara. Mereka mempromosikan negara mereka mulai dari menggunakan barang lokal mereka dulu. Kualitasnya biasa aja sebenernya, tapi toh dipakai juga. Akhirnya mereka mulai meningkatkan kualitas kan. Sekarang produk-produk mereka ngehits banget malah.

Gengsi? Mereka biasa aja tuh pake merk lokal mereka. Kenapa kita nggak? Ok, aku juga nggak bisa bilang kalo aku “bebas” merek luar. Tapi aku berusaha sebisa mungkin untuk menggunakan produk dalam negeri. Ya kali beli bedak aja habis setengah juta. Iya kalo warna dan formulanya pas. Kalo nggak kan pasti pengen beli lagi. Gaji berapa sih aku. Masa aku harus puasa sebulan karena mendahulukan gengsi sih.

Keuntungannya banyak banget kalo kita memakai produk lokal. Lebih murah pasti. Trus sekarang ini akhirnya ada beberapa merek lokal yang punya warna yang pas buat aku. Misalkan F2F (Face 2 Face) Cosmetic punya Two Way Cake yang shadenya pas banget buat kulit aku. Kualitasnya pun nggak kalah sama produk luar. Beauty entusiast atau blogger mungkin udah nggak asing sama merek ini. Tapi yang bukan blogger? Banyak saudari-saudariku tercinta merek Indonesia baru yang keren-keren dan nggak kalah oke dengan merek luar. Dan pasti original. Daripada kita kepengen beli merek luar tapi nggak sanggup, trus maksa beli yang KW super yang jelas tetep abal-abal juga. Mending beli produk lokal kan?

        

Trus biasanya nih, merek lokal Indonesia punya ragam produk yang lengkap. Mau apa deh. Skincare, Bodycare, Mist, Makeup, Nail Polish sampe Feminine Hygiene ada lengkap dalam satu merek. Coba deh cek Instagram atau Facebook-nya F2F Cosmetic yang punya banyak banget varian produk. Kualitas dan harganya juara. Psst.. Peel off Nail Polishnya F2F Cosmetic  murah banget (cuma 26rb) dan kita jarang banget nemuin Peel Off Nail Polish dengan kualitas bagus, merek lokal pula.

Selain itu bangga nggak sih kalo misalkan ada temen kita dari luar negeri memuji dan nanyain kamu pakai apa, trus kita bisa sombong dikit bilang produk ini produk Indonesia. Hehehe..

Kekurangannya satu nih. Kita jarang banget bisa nemuin merek lokal di offline store di mall besar maupun supermarket. Tapi kan ada online shopnya. Dan misalkan kita punya masalah atau pertanyaan seputar produk, kita bisa nanyain langsung. Tenang aja, mereka baik-baik kok.

Sekarang kalo dilihat, banyak banget merek lokal yang sedang mengembangkan sayap. Kualitas dan desainnya bagus-bagus banget sampai kadang kita nggak nyadar kalo merek itu adalah produk lokal. Produk kita itu nggak kalah bagus kok dengan produk luar. Yuk kita dukung. Kita sedang berada dalam proses memperkenalkan diri ke dunia, oleh karena itu kita butuh untuk peduli dan belajar mencintai produk lokal kita. Mulai dari diri kita sendiri. Bukan berarti menutup diri dari luar tapi lebih “sadar” aja dan hindari gengsi memakai barang lokal.

Bantuan pemerintah juga pasti sangat diperlukan. Berguna banget untuk pertumbuhan industri dan sebagainya. Tapi karena nunggu bantuan pemerintah agak ribet dan lama, makanya kita bisa mulai dari diri sendiri dulu.

Oh ya tulisan ini emang buat kompetisi tapi ini bener-bener opini jujur aku dan aku pengen terbuka aja tentang hal ini. Mungkin banyak yang nggak setuju, boleh. Semua orang punya pendapat yang berbeda. Terus aku berusaha untuk tidak menggunakan Bahasa Inggris sama sekali di artikel ini meskipun tangan udah gatel banget pengen nulis Bahasa Inggris yang kadang kalimatnya lebih pas aja menggambarkan apa yang ingin aku sampaikan. Ini adalah salah satu hal yang harus aku perbaiki banget, mulai dari penulisan yang sangat tidak baku dan sebagainya. Segitu aja dari aku dan aku harap kita bisa berbagi lebih banyak tentang topik ini.

11 Comments
  • Devi Purwati

    Reply

    Padahal kalau kita rajin lihat-lihat kosmetik lokal banyak dupe nya kosmetik luar ya kak fah. Harganya lumayan jauh :’D kosmetik lokal akhir2 ini juga ngeluarin produk yang berani bersaing sm merek luar ^^

    depruttt.com

    • Alifah

      bener banget. kualitasnya nggak kalah bagus kok. cuma kita aja yang kadang nggak aware sama kemajuan merek lokal sendiri. 🙂

  • Eka MeilindaSari

    Reply

    Hihi, kadang-kadang aku juga pengen nulis pake bahasa indonesia semua kak. Tapi kadang aku nggak bisa menemukan kata-kata yang pas.

    Setuju kak, ngeduluin gengsi duluan bisa-bisa ga makan sebulan ?..

    • Alifah

      Iya aku juga merasa kurang banget nih dalam menggunakan bahasa Indonesia. Ngomong aja nggak bener. Kadang pake gw kadang aku kadang saya. Hadeeehhh…

      Hehehe.. banyak tau yang gengsi tapi di rumah gmn gt. XD

  • unidzalika

    Reply

    Ihihi setuju sekali, kak. kadang banyak yang nggak ngeh dan mikirnya kualitas lokal masih kurang bagus. tapi sejak banyak yangngulas di blog lumayan jadi banyak referensi sih ya, asal masyarakat rajin baca aja 🙂

    • Alifah

      mudah2an tambah banyak orang indo yang baca blog kita2 dan banyak yang semakin menjunjung prosuk lokal.

  • leli

    Reply

    Kakaak emang top!
    Setuju banget sama tulisan ini ahahaa.

    Btw selamat yah sudah menang 😀

    • Alifah

      makasih say.. 🙂

  • ayundaah

    Reply

    Kok aku terharu yah baca ini huhuhu :’) :’)

    • Alifah

      makasih banyak. ini curhatan aku tp good to know someone feel the same way too.

Leave a Reply